10 Macam Jenis Infeksi Kulit Yang Sering Terjadi

Sebenarnya terdapat banyak jenis infeksi yang dapat terjadi pada kulit, namun kali ini Blog Kesehatan Dian hanya akan berbagi 10 Macam Jenis Infeksi Kulit Yang Sering Terjadi. Mudah mudahan informasi yang akan saya sampaikan ini dapat bermanfaat.

Berikut 10 Macam Jenis Infeksi Kulit Yang Sering Terjadi

10 Macam Jenis Infeksi Kulit Yang Sering Terjadi

Kulit merupakan lapisan terluar tubuh kita yang berfungsi melindungi otot, jaringan, tulang, dan organ. Pada umumnya infeksi kulit disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Mereka yang menderita infeksi kulit bisa merasakan gejala yang beragam pada kulitnya dengan atau tanpa disertai gejala pada bagian tubuh yang lain. Berikut 10 Macam Jenis Infeksi Kulit :

1. Cacar Air
Infeksi kulit yang pertama adalah cacar air. Mungkin semuanya sudah tau apa itu cacar air. Cacar air atau varisela adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster yang ditandai dengan kemunculan gejala utamanya berupa ruam pada kulit. Bagian yang paling sering terpengaruh ruam akibat cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, lengan, dan kaki.

2. Herpes Zoster
Herpes zoster umumnya dialami para manula, terutama yang berusia di atas 50 tahun. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah cacar api atau cacar ular ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di dalam tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

3. Bisul
Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Benjolan ini muncul akibat infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut, yaitu lubang tempat rambut tumbuh.

Bagian tubuh yang paling sering diserang bisul adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha. Ini terjadi karena bagian-bagian tersebut sering mengalami gesekan dan berkeringat. Bisul juga bisa tumbuh pada kelopak mata, kondisi inilah yang biasanya kita kenal dengan istilah bintitan.

4. Impetigo
Impetigo merupakan suatu penyakit kulit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri. Penularan penyakit ini bisa terjadi secara langsung melalui sentuhan kulit dengan kulit atau melalui barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi bakteri.

5. Selulitis
Selulitis adalah infeksi pada kulit dan jaringan lunak di bawahnya akibat bakteri. Selulitis dapat menyebabkan kulit bengkak, memerah, terasa panas, dan bernanah. Penyakit ini paling sering terjadi di kaki, namun tidak menutup kemungkinan tumbuh di bagian tubuh manapun.

6. Kusta
Kusta yang juga dikenal dengan nama lepra atau penyakit Hansen adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan penderitanya mati rasa.

Kusta disebabkan oleh sejenis bakteri yang memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul setelah bakteri menginfeksi tubuh penderita selama 2 hingga 10 tahun.

7. Kurap
Kurap adalah penyakit yang menyerang kulit dan disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kuku, tubuh bagian atas dan kepala, penyakit ini juga dapat muncul di selangkangan dan kaki. Kurap yang juga dikenal dengan istilah ‘tinea’ ini termasuk penyakit yang umum dan dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak.

8. Candidiasis
Candidiasis adalah infeksi akibat jamur Candida. Jamur ini memiliki lebih dari 20 jenis. Meski demikian, jenis Candida yang paling sering menyebabkan infeksi adalah Candida albicans.

Candiadisis bisa muncul pada berbagai bagian tubuh manusia. Bagian tubuh yang paling sering mengalami infeksi ini adalah mulut dan di sekitar kelamin. Bagian tubuh lain yang dapat terkena infeksi Candida adalah kuku, esophagus, daerah sekitar anus, dan saluran pencernaan.

9. Tinea Pedis
Tinea Pedis adalah penyakit yang juga dikenal dengan istilah athlete’s foot. Penyakit ini menyebabkan munculnya kerak, kulit yang bersisik/berkerak atau melepuh, serta rasa gatal pada area kaki yang terinfeksi.

Tinea pedis merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jenis jamur yang sama juga dapat menginfeksi area lain, seperti pada kulit, rambut, dan kuku. Tiap kondisi memiliki nama yang berbeda-beda sesuai dengan area yang terinfeksi. Misalnya, tinea corporis adalah nama untuk infeksi jamur yang menyerang area torso.

10. Jamur Kuku
Jika Anda memiliki titik putih atau kuning di ujung kuku jari atau kuku ibu jari, bisa jadi itu adalah jamur kuku atau dalam bahasa medis disebut onikomikosis. Jika infeksi makin menyebar, kuku bisa berubah warna, menebal, dan hancur di bagian ujungnya.

Jamur kuku biasanya menginfeksi bahan keras pembentuk kuku. Infeksi ini sendiri bisa menyebar ke seluruh kuku, termasuk landasan, lempeng, dan akar kuku.

Terdapat beberapa cara mencegah supaya kita terhindar dari infeksi kulit, beberapa diantaranya adalah dengan cara menghindari paparan virus, bakteri, atau jamur yang menyebabkannya. Hindari bersentuhan dengan penderita infeksi kulit atau jangan menggunakan barang-barang yang penderita juga gunakan.

10 Macam Jenis Infeksi Kulit Yang Sering Terjadi

Comments

comments

2 thoughts on “10 Macam Jenis Infeksi Kulit Yang Sering Terjadi

  • at
    Permalink

    Gimana cara mengobati penyakit selulitis ya…..

    Reply
    • at
      Permalink

      Jika anda sedang mencari pengobatan untuk menyembuhkan selulitis, kami lebih menyarankan dengan menggunakan herbal QnC Jelly Gamat

      Reply

Leave a Reply to eka yuni susanti Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *